Senin, 21 Agustus 2017

Little Venice ini Memang Keren

Sabtu dan minggu adalah hari kebebasanku, waktunya memanjakan diri sendiri. Aku sempatkan untuk jalan-jalan dengan teman-teman kantorku. Sebenarnya acara jalan-jalan ini untuk mencari inspirasi dalam mendesign (merancang). Mencari ide dan bentuk-bentuk yang lazim ada saat ini. Mencari kreatifitas yang nantinya bisa dikembangkan dalam desain kita. Dan mencari-cari apa yang ada di sekitar kita sebagai referensi selain yang ada di buku maupun di internet.

Nah saat ini, Tiket Masuk Little Venicesaya ajak kalian jalan-jalan ke Kota bunga (Flowers City) yang letaknya di Cipanas, sebuah kota kecil di daerah Puncak Bogor. Sebuah tempat yang sangat indah. Di tempat ini banyak terdapat rumah-rumah dengan berbagai macam gaya (type), dan semuanya adalah type western, seperti rumah gaya jepang, gaya eropa, gaya amerika, country, dan masih banyak lagi. Mulai dari pintu masuk sampai seluruh jalan yang ada di kompleks kota ini menggunakan paving blok, penggunaan bahan ini sangat baik, karena jika hujan, air dapat menyerap ke dalam tanah. Jadi sama sekali jalanan yang ada tidak menggunakan aspal. Sepanjang jalan di kanan dan kiri suasananya sangat green (hijau), banyak tanaman dan bunga yang ditanam di sepanjang jalan dan jalur ini. Sehingga kita bisa menikmati keindahannya dengan berjalan kaki maupun naik kendaraan. Tapi setidaknya untuk mencapai seluruh area di kota ini, kita sebaiknya menggunakan kendaraan baik sepeda motor maupun mobil, karena lahannya sangat luas, berkelok-kelok dan puaannnjang sekali. Capek deh, kalo cuma berjalan kaki. Hahaha. :)

Nah, salah satu area yang kusuka di tempat ini yaitu area danau yang indah dan tenang sekali. Sayang sekali, aku dan teman-teman gak sempat turun dan melihat-lihat, padahal aku pengen banget, sebab dari kejauhan terlihat indah dan menarik. Yah..mungkin lain kali aja ya, aku kesana lagi.

Ini dia Little Venice, cantik khan?

Iseng-iseng nih, kita mencoba masuk ke salah satu tempat wisata, yang dinamakan The Little Venice (Kota Air Kecil). Tempat ini dibuat mirip dengan venice aslinya di Italia mulai dari arsitektur bangunannya, perahu (Gondola) dan sungainya.. Jadi disini kita diajak seolah-olah berada di negeri Italia. Kita akan terbawa ke dalam atmosfer eropa dengan bentangan langit biru dan kejernihan air sungai dan danau. Keren khan?? Kita bisa naik perahu tradisional khas dari Venice atau istilah ngetopnya adalah gondola, mengitari bangunan, melewati jembatan dan mengitari danau. Kalau dulunya, di Venice gondola digunakan untuk mengitari kampung-kampung yang ada di pulau di venice. Namun sekarang, gondola di Italia digunakan untuk para wisatawan berkeliling mengelilingi bangunan-bangunan yang ada di sepanjang sungai Italia.

Disini juga terdapat area pertunjukan seperti amphiteather dengan panggung berwarna merah berbentuk kapal berarsitektur cina , ada patung singa seperti di Singapura, ada pahatan wajah presiden-presiden Amerika yang dipahat di dinding dekat danau dengan cat warna putih. Benar-benar seperti berada di negeri lain deh. Suasananya juga asyik dan menyenangkan. Dari sini pun kita bisa melihat rumah-rumah yang indah yang ada di bukit sana. Pemandangannya benar-benar indah sekali. Liburan bersama kekasih maupun keluarga pasti sangat seru bila kita kesini. Nah.ini rekomendasi dariku. Boleh dicoba (emang kue, pake dicoba-coba. Hehehehe).

Cek aja : Harga Tiket Masuk Little Venice Terbaru Bulan Ini 2017, Review Wahana
Arsitektur bangunannya pun bergaya klasik seperti di Itali Eropa. Tapi sayang, bangunan yang ada kosong dan tidak berfungsi. Entahlah, mungkin pada waktu itu bukan hari libur kali ya. Jadi sepi deh.

Seandainya saja, sungai-sungai yang ada di indonesi, dibuat seperti ini. Pastinya akan menjadi destinasi wisata yang sangat menarik, tidak hanya bagi wisatawan dalam negeri, tapi juga wisatawan asing. Namun, kapan itu akan terjadi? , Src : http://funnie(dot)blogdetikcom

Sabtu, 19 Agustus 2017

Dago Dream Park Memang Mengasyikkan


Setelah sekian lama tidak menemukan wisata outbound karena sudah mulai tergerus wisata foto, akhirnya saya menemukan Dago Dream Park, tempat wisata baru di Bandung yang menawarkan wisata outbound yang seru sekaligus wisata foto pemandangan hijau Dago nan ciamik. Penasaran?

Kemarin (29 Juni 2017), saya dan keluarga memutuskan untuk menghabiskan libur lebaran di Dago Dream Park ini (tumben banget ya saya bikin review tempat liburan nggak ‘sengaret’ biasanya hahaha). Sesuai dengan nama tempatnya, Dago Dream Park ini berlokasi di Dago, atau lebih tepatnya di daerah Dago Atas. Berhubung musim liburan, saya menyengaja untuk berangkat pagi-pagi sekali biar nggak macet dan gampang cari parkir. Dan benar saja, saya sampai sana sekitar pukul setengah 10-an dan tempatnya masih lumayan sepi.

Begitu sampai di Dago Dream Park, kita langsung diminta membayar tiket masuk dago dream park sekaligus tiket parkir. Untuk tiket masuknya sendiri harganya IDR 20K* per orang dan tiket parkir IDR 5K* untuk motor dan IDR 10K* untuk mobil. Selanjutnya, kami langsung menuju tempat parkir yang letaknya cukup tinggi dan jalanan menuju tempat parkirnya sangat curam, jadi harus benar-benar hati-hati.

Dari tempat parkir, kami pun langsung meluncur ke tempat bermainnya, yang ternyata letaknya di bawah alias sebelum tanjakan menuju tempat parkir tadi yang ternyata jaraknya cukup jauh. Berhubung jalur yang dilalui wisatawan dijadikan satu dengan jalur mobil dan motor, jadi kami harus berhati-hati dan jalan di pinggir jalan agar tidak menghalangi mobil dan motor yang lewat.

Begitu sampai di wahana permainan, saya langsung melihat wahana untuk anak-anak seperti sepeda, kereta mini, dan mandi bola. Awalnya bingung, kok wahananya Cuma sedikit? Setahu saya kan wahananya ada banyak. Akhirnya saya coba tanya ke penjaga loket tiket permainan yang kebetulan ada di sana, dan ternyata wahananya memang banyak banget, Cuma lokasinya ada di bawah. Karena tadinya saya sempat bingung mau main apa aja (karena nama wahana permainannya agak asing di telinga dan saya agak ga enak sama mbak-mbak penjaga loket yang harus berulang kali menjelaskan hampir semua wahana pada saya haha) akhirnya saya memutuskan beli satu tiket saja dulu, yaitu tiket flying fox (di sana namanya sky gliding), itu pun hanya membelikan tiket untuk sepupu saya karena saya pikir wahana flying foxnya hanya diperuntukkan untuk anak kecil (harga tiketnya bisa diliat di FAQ di paling bawah ya).

Untuk menuju wahana flying fox aka sky gliding ini, kita harus turun lagi menyusuri jalanan yang curam tadi, kemudian belok kanan. Di sana ada tangga turun dan jalan setapak berbatu menuju arena flying fox. Jalannya harus benar-benar hati-hati karena jalan setapaknya (menurut saya) terlalu kecil dan cukup berbahaya karena berbatu serta tidak ada teralis pengaman di samping. Apalagi jalanannya cukup naik turun, jadi lumayan menguras keringat. Ya nggak apa-apalah ya itung-itung olahraga hehe.

Begitu sampai, saya pun menemani sepupu saya antre naik flying fox. Dan ternyata orang dewasa juga boleh naik flying fox ini lo karena maksimum berat badan penumpangnya adalah 150 kg. Wah tahu gitu saya juga beli tiketnya ya, tapi berhubung saya males (lebih tepatnya cape) untuk kembali lagi ke tempat beli tiket yang tadi dan melihat antreannya yang semakin mengular, jadi saya pun urungkan niat untuk ikut naik flying fox. Oh dan satu lagi, flying fox ini juga bisa tandem lo, asalkan maksimum berat dua orang yang naik adalah 150 kg. Jadi barangkali kalau ada anaknya atau saudaranya pengen naik flying fox tapi takut, bisa ditemani oleh kakaknya atau orangtuanya. Sejauh yang saya lihat, flying fox di sini merupakan flying fox paling aman dari semua flying fox yang pernah saya coba, walaupun panjang lintasan dan ‘gaya’ flying foxnya masih kurang kalau dibandingkan dengan flying fox Kampung Gajah Wonderland yang mencapai 1 kilometer dan menawarkan flying fox dengan gaya terbang ala superman (eh masih ada ga ya flying fox di Kampung Gajah? Saya udah lama banget ga kesana hehe).

Oke kembali ke laptop, setelah sepupu saya meluncur dengan sukses, saya pun langsung menyusul ke tempat pemberhentian flying foxnya yang (lagi-lagi) harus menuruni jalan setapak berbatu. Saya baru sadar, ternyata wahana permainannya memang sebanyak itu, tapi karena lokasinya di bawah, jadi tidak terlihat dari tempat saya beli tiket pertama tadi. Wahana permainnya bermacam-macam, ada yang cocok untuk anak-anak hingga untuk dewasa, semuanya ada. Mulai dari perahu kayuh untuk anak-anak, perahu dayung, kora-kora mini (iyaa..kora-kora yang seperti di Dufan itu), memancing ikan, berkuda, ATV, dan masih banyak lainnya. Dan jangan panik kalau beli tiket harus kembali lagi ke tempat awal tadi, karena di sini juga cukup banyak loket tiket yang dibuka. Kalau bingung soal arah yang harus dituju, hampir di setiap area disediakan peta lokasi yang bisa kita lihat biar tidak nyasar. Saran saya sih, petanya difoto saja biar enak hehe.

Setelah puas melihat-lihat wahana yang lain, sepupu saya ternyata ingin mencoba wahana ATV, tapi berhubung banyak sekali pengunjung yang juga ingin mencoba ATV, tiket ATVnya terpaksa ditutup dulu. Yaah sayang sekali, padahal treknya cukup menantang karena yang saya lihat harus melewati tanjakan dan juga lubang berkubang lumpur walaupun memang treknya pendek dan hanya dikasih waktu bermain ATV sebanyak 2 putaran saja.

Trek ATV, Pendek Banget, Ya

Karena tidak jadi naik ATV, ayah saya memutuskan untuk mencoba wahana Anti Gravity, karena namanya yang unik, jadi marilah kita cari tahu itu wahana apa hehe. Lokasi wahana ini cukup berdekatan dengan ATV, walaupun masih harus berjalan kaki lagi sedikit jauh. Oiya, sambil jalan ke wahana Anti Gravity, ternyata ada ‘wahana’ yang namanya Ethnic Village. Sesuai dengan namanya, ‘wahana’ ini penuh dengan rumah-rumah bergaya etnik di tengah sawah dan pohon-pohon pisang. Tadinya saya bingung, kok wahana ini sepi banget ya nggak ada orang? Memangnya ini wahana apa sih? Ternyata itu Cuma wahana untuk foto-foto doang sekaligus tempat untuk melepas lelah. Dan tentu saja karena ini termasuk dalam list ‘wahana’, jadi kalo mau masuk kita harus bayar tiketnya dulu hehe. Saya sih nggak beli tiketnya, jadi saya Cuma bisa foto pemandangannya dari luar.

Cek : Harga Tiket Masuk Dago Dream Park Agustus - September 2017

Kamis, 17 Agustus 2017

Ragunan Memang Keren

Wellcome in Taman Margawatwa Ragunan! Kebun Binatang Ragunanadalah sebuah kebun binatang yang terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia. Kebun binatang seluas 140 hektar ini didirikan pada tahun 1864. Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen (wikipedia). Buat warga Jakarta yang mau liburan atau kepingin banget lihat segala macam hewan, bisa banget datang ke sini. Daripada ribet ke Taman Safari atau , lainnya, Ragunan bisa jadi solusi yang asik. Cuma membayar Rp 4500 per orang sudah termasuk asuransi, kita bisa berkeliling sekaligus olahraga kaki.

Sebenarnya ini adalah catatan perjalanan saya bersama @risyapriwarnela ke Ragunan bulan April kemarin hehee. Kami waktu itu bertemu di halte TransJakarta BNN dan menuju arah Grogol, transit di halte Kuningan. Dari situ kami berpindah bus ke arah Ragunan. Karena waktu itu kami datang di hari Kamis, jadi pengunjungnya juga tidak terlalu banyak. Paling hanya ada rombongan murid TK dan SD, juga beberapa suami-istri serta anaknya yang masih berumur bayi sampai 3 tahunan. Kebayang sih kalau datang waktu akhir pekan. P-E-N-U-H! Makanya, kapan-kapan luangkan waktu di hari kerja untuk jalan-jalan ya *sesat*

Pada kunjungan yang ini saya juga sebenarnya tidak mengunjungi seluruh tempat. Luas juga ternyata. Lain kali berarti harus ke sini lagi! yeea~. Oya berikut ini adalah dokumentasi selama perjalanan.

Area yang ini isinya adalah berbagai macam primata berukuran kecil seperti monyet, siamang, beruk, *lalu lupa hehe*.

Area selanjutnya adalah area unggas. Di sini ada berbagai macam burung-burungan yang tersebar di sepanjang Indonesia dari ujung barat sampai timur, herbivora, maupun yang karnivora. Ohya ada juga burung-burungan yang berasal dari luar negeri seperti burung flamingo.

Selanjutnya adalah Schmutzer Primate Centre, dengan membayar Harga Tiket Masuk Ragunan sebesar Rp 6000 lagi untuk tiket masuknya. Hewan yang ada di sini sama dengan yang ada di area primata tetapi dengan tempat yang lebih luas. Selain itu juga terdapat area yang dihampirmiripkan dengan tempat aslinya. Jadi serasa berkeliling di hutan begitu lho.

Sebenarnya yang menyedihkan dari kebun binatang adalah binatangnya yang dikurung dan tidak bebas. Kasihan juga sih sebenarnya. Seperti dua gajah yang ini. Saya juga sebenarnya ngga tahu menahu juga sih. Tapi dengan menggunakan ilmu kesoktahuan saya di bahasa hewan, kedua gajah ini dipisahkan di tempat yang berbeda, tak bisa memadu kasih bersama karena hubungan mereka yang terlarang. huhuhuuhuhuhuuh. Dan dari yang saya lihat, gajah di sebelah kanan foto ini benar-benar mengeluarkan air mata sembari mendorong dan menggebuk-gebukkan pintu T-T

Ah yasudahlah ya, semoga mereka baik-baik saja sekarang dan nantinya.

Selanjutnya, saya berikan beberapa foto yang berhasil saya tangkap. Sayangnya juga, mungkin karena hari kerja dan sepi, beberapa hewan tidak diperbolehkan keluar kandang dan ada juga yang asik bobo-ciang. Heeehhm! Gue dateng mau nonton elu beraksi woy, bukan nontonin elu tidur. hadeeh~

Okee. Sekian liputan jalan-jalan kali ini. Tunggu liputan jalan-jalan saya yang lebih seru yaaaa ,D *sok asik bet*

Taman Safari Indonesia


Area Cibeure Desa Cisarua, mobil RV sangat menarik untuk dikunjungi Taman Safari Indonesia Beloka (TSI). Kawasan termasuk banyak taman burung, berbagai jenis benda binatang yang terlihat di taman safari, hewan, program pendidikan, pramakaji &, reptil, kebun binatang babby, roda Ferris, gajah, menunggang kuda, trekking safari, kafilah, hotel liar liar Kumpulkan banyak pinggang.

Yang terakhir ini adalah alat yang menarik untuk memantau bagian dalam kendaraan. Data arena Kesempatan menampilkan koboi dan koboi yang dibuat dengan atraksi yang memukau. Kira-kira 15 menit program ini bisa ditonton gratis setiap hari. Anda tidak hanya bisa mengendarai mobil, macan putih, macan tutul, orangutan, Anda bisa berfoto dengan orang lain, bayi seperti itu lebih mendebarkan seperti kebun binatang. Baca : Harga Tiket Masuk Taman Safari.

Di kebun binatang taman ini, bentuk perjalanan, kita bisa melihat binatang di kandang tersebut, kebanyakan dari kebun binatang safari, seperti seekor harimau, singa, beruang, seperti ini, termasuk binatang liar seperti buaya, casing luar tidak ditampilkan.

Taman Safari Indonesia sebenarnya adalah dua yang pertama di Cisarua, Punjak, Jawa Barat, Jawa Timur, sebenarnya. Kali ini, ketika saya mengatakan bahwa kita mengunjungi taman safari Cisarua tertua cukup TSI 1 TSI 1. Koleksi asli hewan asli Indonesia yang ditemukan di Afrika Parkny tidak hanya memiliki hewan Afrika.

Pajak impor untuk kandang unggas dewasa masuk ke dalam kandang yang terletak di lembah bukit untuk mengunjungi kawasan TSI 1 ini saat kami diarahkan ke Taman Safari setelah membayar 60 rb yang disebut. Kawasan ini bukan lagi ruang teh produktif. Anda bisa memberi makan hewan-hewan ini selama kurungan megitar dan Anda bisa membelinya di gerbang masuk sebelum memasuki sayuran TSI ini. Kecuali binatang buas, hargai ya O, cantik kiper.

Selain lokasi kandang binatang, Anda bisa berkeliling TS atau terutama anak-anak, naik safari gajah, bepergian dengan pemandu, dan tentu saja mobil saja bisa menjelaskan asal-usul hewan yang bisa saya lakukan.

Anda bosan dengan masuk hanya ke kandang Talag, kita juga bisa pergi ke rumah motor boom boom, kola kora, roller coaster, carousels, ferris wheel, atau hantu, jenis burung ini Selain memiliki kegiatan lain untuk dinikmati. Kartu, serta taman hiburan lainnya ke tempat, ada sirkus. Tak boleh dilewatkan, hewan piaraan yang menawan ini, drama hewan 2 bisa menembak orangutan dan burung, bayinya akan dan adegan akan melakukan kebun binatang. Dan segera daerah tersebut dilengkapi dengan bom air TSI.

Mereka tidak memiliki posisi alami seperti saat meremas seperti air terjun atau berkemah dan trekking saat dalam perjalanan. Anda juga tidak puas dengan mencoba safari malam, menyaksikan binatang di acara malam hari, dan memiliki akomodasi unik Yaoti di tanggal kafilah yang mungkin juga.

TSI ini hanya menyelesaikan banyak hal dan jalan yang mudah menuju puncak terjadi pada perkiraan awal kemacetan lalu lintas di Jakarta untuk akhir pekan ke gerbang tiket Ciaw di 1 J Bremen sekitar 1 - Jagoraw Pass mudah ke puncak sumbu jalan Ini adalah 11 kilometer . Karena Anda perlu membawa payung dan perlengkapan jaket keren, mereka perlu membawa mobil khusus ke Dans hujan. Dan lorong tidak boleh ditinggalkan di peta mobil agar saya tersesat di daerah ini Sangat besar, biarkan TSI 1 jangan sampai kita diberikan.

Rabu, 16 Agustus 2017

Story Uang Pertama Buatan Indonesia Setelah Merdeka


Hal terpenting yang harus dilakukan di tengah perjuangan kemerdekaan adalah menciptakan identitas yang bisa menunjukkan kedaulatan Republik Indonesia. Salah satunya adalah menciptakan mata uang.

Sejak era kolonialisme sampai kemerdekaan, Indonesia sudah menggunakan alat penukaran dengan berbagai mata uang. Bahkan di era kerajaan, mata uang yang dipakai sudah beragam.

Lalu sebetulnya kapan Indonesia benar-benar menggunakan mata uang yang dibuat sendiri?

Melongok laman situs resmi Bank Indonesia, Kamis 17 Agustus 2017, desakan untuk membuat mata uang muncul setelah kemerdekaan RI diproklamasikan. Atas desakan itu, pemerintah menerbitkan maklumat pada 2 Oktober 2017. Isinya, uang NICA (Nederlands Indies Civil Administration) tidak berlaku di Indonesia.

Pemerintah lalu mengeluarkan Maklumat Presiden Republik Indonesia No. 1/10 tanggal 3 Oktober 1945 yang menetapkan beberapa jenis uang yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Indonesia.

Namun uang-uang yang berlaku tersebut masih warisan dari zaman kolonialisme. Beberapa uang yang masih berlaku resmi itu adalah uang kertas De Javasche Bank yang diterbitkan antara 1925 – 1941 dalam delapan pecahan dari hingga 1000, uang kertas pemerintah Hindia Belanda yang terbit antara 1940 – 1941 dalam pecahan 2,5 dan 1.

Ada pula uang kertas Pemerintah Balatentara Nippon di Jawa yang terdiri dari pecahan 100, 10, , 50, 1, 50 sen, 10 sen, 5 sen dan 1sen. Serta uang logam pemerintah Hindia Belanda terbitan sebelum 1942 yang terbuat dari emas, perak,, nikel, dan tembaga dengan pecahan yang berbeda-beda.

Popok Kain Lusinan


Berapakah Harga Popok Kain 1 Lusin hari ini? - Menghadirkan sajian informasi mengenai produk atau barang yang berada di pasaran disertai juga dengan harga lengkap dan update harganya tiap bulan. Bukan hanya harganya saja, melainkan kami juga akan membahas semua informasi mulai dari spesifikasi Popok Kain 1 Lusin yang banyak di cari oleh kebanyakan orang di kalangan masyarakat, juga rasa, kualitas produk, keawetan produk, review produk serta stok produk yang kami sajikan untuk Anda.

Seperti yang sudah dikatakan pada paragraf sebelumnya, bahwa postingan atau artikel kami yang satu ini akan menyediakan informasi tentang daftar harga semua barang terbaru yang banyak dicari oleh kebanyakan orang. Title atau judul artikel kami tentang Harga Popok Kain 1 Lusin Terbaru Grosir dan Eceran 2017 berikut tentu akan sangat membantu Anda secara mudah menemukan informasi apa saja yang Anda cari. Sebagai misalnya, Anda anak kost yang kebetulan tengah membutuhkan produk produk dalam minimarket indomaret atau alfamart yang belakangan ini tengah ramai. Dan, Anda belum sempat atau tidak sempat untuk mengetahui harga produk pilihan atau produk kebutuhan anda, kemudian anda ingin mengetahuinya untuk dibeli di kemudian hari, tepat sekali jika Anda tengah membaca artikel kami satu ini.

Baca Selengkapnya : ,Harga Popok Kain 1 Lusin

Kunjunganku di Taman Mini Indonesia Indah

Senin di tanggal 5 September 2016 utk kali pertama selang hampir 10 tahun tinggal di Jakarta, saya akhirnya mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah. Kunjungan ke Taman mini sendiri sudah saya masukkan dalam daftar tempat-tempat yang ingin saya kunjungi sejak lama, tapi baru bisa terwujud sekarang.

Aku pergi bersama salah satu sahabat Aku menggunakan Transjakarta jurusan Ancol-PGC, transit di halte BNN lalu naik Transjakarta lagi jurusan Pinang Ranti-Pluit dan turun di halte Garuda Taman mini. Setelah itu naik angkutan umum nomor 40 dan turun di gerbang pintu masuk gate 3 TMII. Tarif angkutan umumnya sendiri Rp4.000,-/orang.

Kami berangkat pukul 9 pagi dan sampai di lokasi pukul 10.30. Kami sengaja memilih hari Senin karena tidak mau bertemu banyak orang dan ternyata saat sampai di TMII, ada cukup banyak bus pariwisata yang sudah berada disana. Beberapa kali kami juga berpapasan dengan rombongan tur entah darimana.

Begitu tiba, kami langsung belok ke arah kiri ke tempat penyewaan sepeda dan memotret peta lokasi yang terdapat tidak jauh dari tempat parkir. Harga tiket masuknya Rp10.000 untuk pejalan kaki dan amat diAkungkan di pintu masuk, pengunjung tidak mendapat flyer peta ataupun selebaran informasi tentang TMII.

Aku lupa memotretnya tapi Aku melihat ada larangan masuk bagi orang-orang yang menyewakan motor pribadi secara ilegal. Tapi belum ada 10 menit kami berada di TMII, kami sudah ditawari 4x sewa motor pribadi seharian dengan tarif Rp150.000,- yang bisa kita kendarai sendiri.

Kebingungan menentukan tujuan sekaligus pusing karena cuaca yang panas, kami akhirnya beristirahat sejenak di bawah pohon-pohon dekat pintu masuk Snowbay. Kunjungan kami ke TMII ini tidak ada jadwal khusus harus kemana dan mau apa. Tidak ada papan petunjuk atau hal-hal sejenis itu pula yang membuat kami kebingungan mau kemana.

Yang lebih parah adalah Aku dan sahabat Aku bingung mau naik kendaraan apa untuk berkeliling karena TMII ini luas bukan main. Akupun iseng mencari di google dan ternyata ada bus keliling yang bernama Bus Nusantara yang memasang tarif Rp10.000,-. Tapi kami tidak menemukan halte tempat menunggu ataupun tanda-tanda kemunculan bus itu.

Karena banyaknya waktu yang terbuang, akhirnya kami memutuskan memasuki museum pertama yang tepat berada di depan Snowbay, Museum Indonesia.

Harga Tiket Masuk TMII ke museum Indonesia lumayan mahal, Rp15.000,-. Aku tidak tau apakah harga tiket masuk semua museum sama atau berbeda, tapi kalau satu museum Rp15.000 lumayan juga T_T. Menurut Aku seharusnya harga tiket masuknya di bawah Rp10.000 biar pengunjung lebih puas dan bisa mengunjungi banyak museum yang ada.

Coba bayangkan kalau 1 museum memasang harga Rp15.000/orang. Ada sebuah keluarga lengkap yang datang, katakanlah ibu,bapak,kakak dan adik. Lalu berkeliling ke 5 museum. Rp360.000,- sudah habis untuk berkeliling seperti itu. Mending kalau di dalam Museumnya ada semacam guide atau dapat flyer info. Ini nggak ada T_T. Pantas saja tempat-tempat seperti ini kurang diminati. Untuk beberapa orang, Rp360.000,- rasanya lebih ikhlas dikeluarkan untuk belanja di mall daripada di museum seperti ini.

Saat sudah memasuki museum, rupanya sudah ada beberapa rombongan di dalam. Ada 1 rombongan keluarga dan 1 rombongan turis yang sepertinya menyewa guide khusus untuk menjelaskan tentang isi museum.

Museum Indonesia yang memiliki 3 lantai itu kebanyakan berisi tentang budaya Indonesia. Lantai 1 seputar pakaian dan alat musik khas Indonesia. Lantai 2 dari tempat tinggal dan alat khas Indonesia. Lantai 3 berisi seni kerajinan mulai dari kerajinan barang yang dipajang hingga bisa dipakai.
img_20160905_113917

Perhatian Aku cukup tersita ketika memasuki lantai 2. Melihat rumah-rumah khasi Indonesia, alat-alat dan beberapa kegiatan budaya beberapa provinsi Indonesia membuat Aku kangen kampung halaman.

Waktu melihat kendi dan panci untuk mengukus nasi, Aku sempat menangis. Ingat nenek. Ingat kakek. Ingat kampung halaman hhh. Sudah lama Aku tidak mudik. Selain karena semua keluarga sekarang sudah di Jakarta, di kampung halaman pun sudah tidak ada lagi rumah yang bisa dikunjungi. Nenek sudah menjual untuk biaya ke Jakarta dan untungnya sukses hingga bisa membeli rumah disini. Jadi tiap kami mudik biasanya kami menumpang tinggal di rumah-rumah adik/kakak dari nenek.

Selesai berkeliling museum, kami memutuskan beristirahat sejenak di masjid yang kebetulan terlihat jelas dari belakang museum, Masjid Hasanudin(?) atau apa gitu Aku lupa wq. Masjid tersebut merupakan bagian dari Area rumah ibadah di TMII

Selesai sholat, kami akhirnya memutuskan untuk mengunjungi semua area tempat ibadah. Mampir ke vihara dan pura serta kelenteng. Akungnya saat mau masuk ke Pura tempatnya di kunci. Pas mau ke vihara juga, cuma ternyata gemboknya bisa dibuka dan Aku iseng membuka kuncinya dan main masuk wq. Waktu mencium bau hio(?) yang di bakar, Aku jadi makin kangen kampung halaman.

Dulu di kampung halaman, tepat di depan rumah Aku itu vihara. Biasanya setiap sore, sabtu dan minggu selalu ramai. Yang pasti ramai sih tiap sore, banyak anak-anak yang beribadah dan kadang main di halaman rumah Aku. Tiap ada acara keagamaan kadang dari vihara juga suka membagi ke rumah kami. Kadang malah Aku suka iseng ikut masuk ke dalam wqwq

Selesai dari vihara, kami bingung mau lanjut kemana. Cuaca makin panas, mau mampir ke Anjungan tiap provinsi rasanya malas. Oiya, banyak anjungan yang sedang di renovasi juga. Anjungan provinsi yang tersedia tidak jauh dari area tempat ibadah rata-rata sedang di renovasi.

Saat sedang kebingungan mau lanjut jalan atau mencoba masuk ke teater keong mas (yang kebetulan berada tidak jauh dari kelenteng), akhirnya kami melihat adanya bus nusantara. Kebetulan dekat situ ada satpam, Aku bertanya bagaimana caranya kalau mau naik dan ternyata kalau mau naik bisa dimana saja tinggal kita stop seperti naik angkutan umum. Akhirnya kami naik deh... more : mailaulia.wordpress.com